Relawan TIK Bojonegoro

Bakesbangpol Jatim Kuatkan Ormas dan Poktan lewat Wawasan Kebangsaan

Bojonegoro – Upaya menangkal arus globalisasi yang tidak bisa dipungkiri membawa pula ancaman-ancaman negatif bagi bangsa, terus dilakukan negeri ini oleh berbagai sektor yakni pemerintah, organisasi masyarakat, rakyat , dan lain-lain.

Atas dasar inilah , terselenggara kegiatan “Penguatan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Bagi Masyarakat di Jawa Timur” bertempat di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bojonegoro, Rabu Siang (26/12/2018).

Acara yang diinisisasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BAKESBANGPOL) Provinsi Jawa Timur serta didukung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini, dihadiri oleh sekitar 50 warga bojonegoro. Terdiri dari organisasi masyarakat, kelompok tani, pemuda-pemudi dan tokoh masyarakat.

Turut hadir dalam acara, Dra. Hj. Yayuk Padmi Rahayu, M.Si, Anggota Komisi E DPRD Prov. Jawa Timur.

Beliau berpesan agar masyarakat terus berupaya membentengi diri dari serangan penjajah yang saat ini menjajah bukan lewat senjata fisik melainkan budaya negatif, miras, narkotika, dan sebagainya.

“sudah saatnya masyarakat mampu membentengi diri dengan ideologi dan wawasan kebangsaan, melalui serangan penjajah yang menjajah dengan serangan non fisik”, ujarnya.

Dalam arahan lainnya yang juga tak kalah pentingnya ketika acara, Dra. Hj. Yayuk Istichanah, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jatim turut memberi arahan senada.

Beliau juga menguatkan kelompok-kelompok tani yang hadir dalam forum.

“kekuatan kelompok tani bisa terus ditingkatkan ditengah persaingan global, apalagi ketahanan pangan menjadi poin penting bangsa”, ungkapnya.

Acara berlanjut hingga sore hari dengan diskusi tanya jawab interaktif bersama audiens yang hadir.

Relawan TIK Bojonegoro

Organisasi Sosial kemasyarakatan yang bersifat nir-laba, independen, philantrophis, mandiri mendasarkan pada upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan ilmu pengetahuan di bidang TIK bagi anggota serta warga masyarakat, aktivitas dirintis sejak tanggal 9 Desember 2008 di Jakarta dan dibentuk kepengurusan di Bojonegoro tanggal 18 Oktober 2013.