Membangun Masyarakat Informasi|Senin, Juli 24, 2017
Kamu berada di Home » Cerita » Kisah Yang Tertinggal Festival Bengawan Bojonegoro
  • Ikuti Kami

Kisah Yang Tertinggal Festival Bengawan Bojonegoro 




lomba cipta puisi festival bengawan bojonegoro

Abdul Rahman dan anaknya ketika perjalanan menuju lokasi lomba

Selasa, 14 Oktober 2014 dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Bojonegoro yang ke-337, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bekerjasama dengan Dewan Kebudayaan Bojonegoro mengadakan Festival Bengawan Bojonegoro,berbagai rancangan acara pun disusun panitia mulai dari larung saji dan tebar benih di Bengawan Bojonegoro, lomba cipta puisi dengan tema “ Bengawan Bojonegoro” hingga renang gaya bengawan, acara yang berlangsung di Bendungan Gerak Desa Ngringin Rejo Kecamatan kalitidu ini dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Bapak Suyoto Msi atau yang biasa dipanggil kang Yoto.

Acara tersebut merupakan kampanye pemerintah untuk memanfaatkan Bengawan Bojonegoro dengan sebaik-baiknya, dan memahami keadaan dan keinginan bengawan agar mampu lebih tepat menggauli kehidupan di Bengawan Bojonegoro. Sungai adalah kehidupan dan peradaban kita. Kini kami tidak hanya menanti kiriman banjir bengawan solo dari 14 Kabupaten lainnya, kami menanti saat pesta bahagia mengasihi Bengawan Bojonegoro.

Tak kalah mengharukan lagi adalah perjuangan dari bapak abdul rahman warga yang berdomisili di desa canga’an kecamatan kanor ini rela mengantarkan anaknya yang bernama Safa Ani Al Jannah dari rumah hingga ke tempat acara dengan menggunakan sepeda kayuh dengan jarak hampir 40km ( Cukup melelahkan bukan ) Abdul rahman. Berangkat setelah sholat subuh dari kanor ke bendung gerak desa Ngringin kecamatan kalitidu, peluh keringat bercucuran dan teriknya mentari di puluhan kilometer mengayuh sepeda pun tak dihiraukannya demi mengikuti lomba cipta puisi tingkat SD/MI, sebuah perjuangan dan kerelaan seorang ayah yang PATUT untuk ditiru dan keingininan sang anak untuk mengekspresikan karyanya tentang Bengawan Bojonegoro.

Berkaca dari perjuangan abdul rahman ini, sebagai orang tua, kita harus selalu mendukung anak kita ke dalam hal yang positif dalam membangun potensi anak, bukan mengarahkannya dan memanjakannya anak anak dengan kemewahan dan pengaruh buruk efek dari perkembangan zaman dan teknologi yang tak tersaring dengan baik.

pembacaan puisi festival bengawan bojonegoro

Abdul Rahman Mendampingi Putrinya ketika Membacakan Puisi Di Panggung Festival Bengawan Bojonegoro

Perjuangan ini pun akhirnya terbayar lunas ketika apa yang diekspresikan oleh saffa ani al jannah tersampaikan dan karyanya dibacakan di diatas panggung festival Bengawan Bojonegoro.

Semoga kedepannya muncul generasi-generasi seperti saffa ani aljannah ini di Kabupaten kita tercinta ini, Kabupaten Bojonegoro pada khususnya dan di negeri kita tercinta merah-putih INDONESIA. Anak adalah generasi penerus bangsa, generasi cerdas, aktif, kreatif demi pembangunan bangsa.

Salam Bojonegoro Matoh !

Selamat Ulang Tahun Bojonegoroku yang ke 337 !!!

Baca Juga




Tinggalkan komentar