Membangun Masyarakat Informasi|Selasa, Oktober 24, 2017
Kamu berada di Home » Berita » Konsep Sederhana Membangun Desa Online dan Manfaatnya
  • Ikuti Kami

Konsep Sederhana Membangun Desa Online dan Manfaatnya 

Desa Online?  Siapkah Anda?

Begitu mendengar istilah Desa Online, yang terbayang pertama kali adalah seluruh sumberdaya yang ada di desa itu dioptimalkan untuk kebutuhan online. Warga desa bisa mengakses internet di beberapa titik di desa bahkan bisa semua wilayah bisa online. Untuk mendukung Konsep Desa Online ini, jelas sangat dibutuhkan pendukung yang kuat baik dari sisi Sumberdaya Manusianya (SDM) maupun dari sisi Infrastrukturnya.

Berikut Contoh Topologi jaringan sederhana untuk membangun Hotspot di sebuah Desa.

Typologi Jaringan Desa Online 1

Topologi Jaringan Desa Online , Sumber Gambar: Bi-Net Indonesia

Keterangan:

A1: Balai Desa, Pusat Server Desa Online, B1, C1, D1 adalah Target dusun online.

Pada Contoh Topologi jaringan di tersebut, dicontohkan dalam sebuah desa ada 4 dusun. Balai desa menjadi pusat kendali pengaturan server dan pengaturan bandwidth internet-n ya. Di sini Server membagi resource internet ke 3 dusun yang lain menggunakan teknologi point to point, atau lebih dikenal dengan Teknologi Antenna Grid/Disc yang memanfaatkan frekuensi 2,4GHz.

Balai Desa sudah berlangganan dari ISP(internet service Provider) yang nantinya akan dibagikan ke seluruh Masyarakat desa di setiap dusun. Selain sebagai pembagian resource internet, Topologi ini bisa digunakan untuk file server, sehingga perangkat desa yang butuh data – data besar dari server mereka tinggal hanya butuh copy dan paste seperti biasanya. Dengan Topologi ini masyarakat akan bisa menikmati layanan internet di seluruh wilayah desa yang sudah terpasang hotspot di titik yang sudah ditentukan.

Untuk pembiayaannya Desa cuma dibebani biaya rutin setiap bulan untuk membayar provider ISP sehingga bisa berhemat untuk berlangganan internet dengan cakupan yang luas. Untuk penyiapan infrastruktur, tentunya akan dibebankan terhadap Anggaran Dana Desa (ADD) yang sudah dimusyawarahkan dengan pemangku kebijakan di desa.

Desa Online ini bisa dikembangkan manfaatnya ke berbagai kegiatan, antara lain:

  • Pembentukan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang akan memberikan informasi sekitar potensi desa dan kegiatan – kegiatan di desanya.
  • Pelayanan Publik berbasis IT, dimana setiap masyarakat dalam pengurusan administrasi desa cukup dengan memanfaatkan layanan online/web atau jaringan lokal (intranet).
  • Bisa memulai Gerakan Desa Melek Informasi, Warga yang selama ini tahu informasi dari masyarakat, buku, sekarang bisa berkembang dengan pemanfaatan Browsing di internet.
  • Pembentukan Pusat – pusat Kegiatan Masyarakat yang berbasis IT, Taman Baca masyarakat berbasis IT, Gapoktan(Gabungan Kelompok Tani) melek IT, Pemuda Mandiri dengan IT. dan lain – lain.
  • Memiliki Website Desa (WebDes) yang dikelola oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) atau kelompok masyarakat lainnya, yang nantinya akan mengangkat potensi lokal di dunia maya sehingga akan cenderung menaikkan kehidupan ekonomi masyarakat desa.

Itulah Konsep sederhana Topologi Desa Online dan semoga bisa segera diterapkan di beberapa desa di bojonegoro, menyusul Desa Klampok, Kecamatan Kapas yang sudah memulai lebih dulu. Semoga segera terwujud di Kabupaten Bojonegoro. Bojonegoro Go Online.  (Shela)

Baca Juga

9 Tanggapan untuk Konsep Sederhana Membangun Desa Online dan Manfaatnya

  1. Rohman Muhamad

    Itu yang “Typologi” kayaknya typo min. Mungkin yang bener topologi. CMIIW

     
    • Shela

      Terimakasih masukannya mas Rohmad Muhammad, mhn maklum saya masih belajar jaringan, mungkin sampyan lbh expert lagi, mohon koreksinya jika kami salah.

       
      • Rohman Muhamad

        Wah, gak papa mas. Sama – sama belajar aja.

         
  2. desapedia

    bagus artikelnya mas,ini yang lagi kami cari, izin copy ya mas..
    #semangatt

    terima kasih

     
  3. Ali Mustofa

    Semoga bisa segera diterapkan di sluruh desa di Bojonegoro, namun sebelum itu menurut saya juga perlu diadakan penyuluhan/sosialisai agar semua warga bisa mengakses tanpa kecuali
    Dan juga dalam sosialisasi trsebut juga diperlukan preventing, atau pencegahan perusakan moral yg saya maksud adlh generasi muda gak nggunakan internet untuk keperluan “tidak baik” agar tidak merusak generasi penerus Bojonegoro…

     
  4. mada

    Mohon pencerahanya..WPA2-PSK apakah aman untuk share koneksi? apabila key & IP di ketahui pihak yg tdk bertanggung jawab kemungkinan bisa di gunakan untuk terkoneksi dengan server? apa kelebihanya mode WPA2-PSK jika di banding dg PPOE Server di mikrotiknya, dengan Dial PPOE di client? mengingat managemnet BW dengan mikrotik. Terimakasih sebelumnya

     
  5. Ledremania

    Konsep nya bagus semoga bs segera terealisasi.. Salam dari kami umkm Bojonegoro http://www.umkmbojonegoro.com

     
  6. Addes

    Info menarik

     
  7. syahfitri

    jadi ,apakah setiap topologi itu bisa diterapkan di desa desa ?

     

Tinggalkan komentar