Membangun Masyarakat Informasi|Minggu, Oktober 22, 2017
Kamu berada di Home » Bojonegoro » Pemuda Bojonegoro dan Tantangan Ke Depan
  • Ikuti Kami

Pemuda Bojonegoro dan Tantangan Ke Depan 

pemuda bojonegoro

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya dan berikan aku 10 orang pemuda, maka niscaya akan kuguncangkan dunia.” Ir. Soekarno.

Pemuda adalah Generasi Harapan setiap Bangsa atau bebit yang akan tumbuh untuk mengembangkan masa depan bangsa atau penerus suatu bangsa agar tetap utuh, berkembang dan maju, Pemuda adalah calon terkuat untuk menggantikan peran dalam sebuah perjalan suatu bangsa ke depannya, jadi pemuda  tersebut sejak dini harus di dibina dan dididik ilmu pelajaran agar tericpta dan terasah potensi dalam diri generasi muda yang handal dan berkualitas dan berahklak mulia.

Pemuda adalah generasi yang sangat rentan dan mudah terpengaruh dengan perubahan, baik ke dalam hal yang positif maupun hal yang positif.dalam hal ini, peran serta pemuda merupakan sumber dari segala sumber tercapainya cita-cita suatu bangsa karena, pemuda mampu membaca tanda-tanda zaman dan perubahan pada akhirnya dapat mendorong kesadaran semua masyarakat untuk segera terlibat aktif dalam percepatan pembangunan Negara.

Bercermin pada pemikiran pemuda dengan adanya sejumlah pelopor dari tahun 1908-1998 seperti Budi Utomo, Sumpah Pemuda, Perang Kemerdekaan, Orde Baru, serta Gerakan Reformasi, tentunya dapat dijadikan sebagai referensi dan pengobar semangat pemuda saat ini.Masa depan bangsa ada di tangan pemuda.

Dewasa ini zaman yang berkembang dan berlatar modern ini semakin canggih dan maju begitu cepat. peniruan gaya hidup orang barat adalah salah satu dampak negatif yang sedang digemari oleh pemuda pemudi Indonesia. Kasus demi kasus sering marak beredar media yang pelakunya sendiri adalah para pemuda pemudi penerus bangsa ini.

Jumlah presentase pemuda yang terlibat tawuran antar pemuda, mengkonsumsi obat-obatan terlarang, minum-minuman keras, bahkan terjangkit virus HIV karena sex bebas yang semakin hari semakin meningkat drastis dan hal ini membuktikan bahwa para pemuda kurang bisa membentengi dirinya  dalam menghadapi masuknya budaya asing yang beredar di negara Indonesia, selain itu juga peran serta lembaga terkait juga sangat berpengaruh dalam melahirkan karakter pemuda Indonesia seperti keluarga, masyarakat lingkungan setempat serta lembaga pendidikan.

Dampak dari kasus-kasus tersebut akan berkelanjutan dan dapat mempengaruhi pada masa depan mereka. Hal inilah yang harus menjadi bahan pertimbangan dan sorotan melihat masih banyak pemuda yang kurang menunjukkan potensinya untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang unggul dan maju tentunya.

Tantangan Pemuda Di Era Globalisasi

Nasionalisme Indonesia seperti yang tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, merupakan antitesis dari adanya kolonialisme Belanda. Dahulu rasa nasionalisme ini terwujud melalui dobrakan para pemuda saat mendeklarasikan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Benang merah yang dapat kita tarik dari peran yang telah dimainkan oleh para pemuda dalam mengusung semangat kebangsaan dan rasa nasionalisme melalui Sumpah Pemuda tersebut, tidak terlepas dari kepedulian dan pengabdian mereka terhadap kondisi setra nasib bangsanya, yang selama ratusan tahun mengalami penderitaan akibat kolonialisme Belanda.

Akan tetapi jika dicermati lebih dalam, peran kepeloporan tersebut lebih menonjol dalam aspek perubahan kulturan, sosial, dan politik. Tanpa bermaksud untuk mereduksi, mungkin pada masa-masa pergerakan kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, telah ada pemuda yang memulai usaha di bidang ekonomi, penciptaan lapangan kerja atau jiwa entrepreneur. Namun, tampaknya usaha-usaha untuk mandiri secara ekonomi dibelantara masyarakat Indonesia, khususnya dikalangan pemuda belum begitu maksimal. Artinya, nilai kepeloporan pemuda perlu dikembangkan lebih lanjut, karena melihat kondisi dan tantangan bangsa Indonesia di era globalisasi seperti sekarang ini. Satu hal yang terlihat dari semangat nasionalisme para pemuda dalam menggelorakan Sumpah Pemuda, yaitu adanya semangat yang sangat tinggi untuk membentuk persatuan dan kemauan guna memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara. Semangat ini perlu diatur secara cerdas dalam menyikapi kondisi dan tantangan bangsa Indonesia kini dan nanti.

Di masa kini peran pemuda tak menjadi berkurang apalagi hilang, melainkan menjadi semakin bertambah. Peran pemuda seperti yang telah disinggung sebelumnya, adalah melakukan perubahan dalam peradaban untuk membawa cahaya yang mampu mencerahkan negeri ini. Oleh karena itu, generasi muda di masa sekarang ini mempunyai peran yang cukup penting dalam menghadapi tantangan dan kondisi zaman yang berbeda. Kaum muda sekarang hendaknya tidak hanya sekedar memiliki semangat persatuan dan kemauan, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang positif untuk menjadikan negeri ini lebih baik lagi.

Sekarang ini bagaimana jika semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme generasi muda, diarahkan pada sebuah medan yang memang belum tergarap secara maksimal, yaitu; jiwa wirausaha. Masyarakat khususnya pemuda pada era globalisasi sekarang ini, sudah saatnya melihat posisi Indonesia di dunia internasional. Keikutsertaan bangsa Indonesia dalam melakukan kerjasama internasional dengan negara-negara lain, seperti : ASEAN (Association of South East Asian Nations), AFTA (Asean Free Trade Area),APEC (Asia Pacific Economic Cooperation),dan yang terbaru  Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memberi tantangan tersendiri bagi semua masyarakat dan para generasi muda dalam menyikapi era globalisasi.

Era globalisasi telah memberi ruang bagi semua negara untuk berinteraksi secara global dalam semua bidang, seperti : ekonomi, budaya, teknologi, dan informasi. Era globalisasi diyakini dapat memberi keuntungan bagi negara-negara yang terlibat di dalamnya. Tentu saja dengan catatan, bahwa keuntungan tersebut didapatkan oleh negara-negara yang “siap” dalam menghadapi tantangan globalisasi. Bukan menjadi rahasia lagi jika di era globalisasi seperti sekarang ini, pengaruh antar negara di belahan dunia ini akan semakin cepat menyebar. Bahkan tidak hanya itu, era globalisasi telah mampu mendorong menyatunya perekonomian nasional dengan perekonomian dunia. Sebagai contoh, era globalisasi telah mampu menciptakan perdagangan bebas, di mana tidak ada hambatan lagi bagi setiap negara untuk melekukan ekspor atau impor barang.

Maka dari itu, hal yang sangat realistis dalam menyikapi tantangan di era globalisasi seperti sekarang ini, adalah dengan menumbuhkan semangat kebangsaan dan jiwa nasionalisme melalui semangat kewirausahaan dikalangan generasi muda. Hal tersebut perlu dilakukan guna mendorong pembangunan bangsa Indonesia yang mampu menciptakan pertumbuhan di bidang ekonomi, menciptakan kesejahteraan, dan menekan angka pengangguran. Mengutip perkataan dari Raymod Kao, seorang ahli kewirausahaan yang mengatakan, “It may take a revolution to gain a political freedom, but it only need entrepreneurial spirit to gain economic freedom”. Dalam mencapai kemerdekaan politik yang dibutuhkan adalah revolusi, namun untuk mencapai kemerdekaan ekonomi diperlukan semangat kemirausahaan.

Atas dasar tersebut, maka diperlukan perubahan paradigma pada diri generasi muda masa kini dalam menghadapi tantangan globalisasi. Bila pada zaman dahulu para pemuda berjuang melawan kolonialisme untuk memperjuangkan kemerdekaan politik, maka tantangan para pemuda di masa sekarang adalah berjuang melalui semangat kewirausahaan, untuk membawa bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan ekonomi. Oleh sebab itu, diperlukan suatu upaya yang mampu menumbuhkan semangat wirausaha dikalangan pemuda, mengingan masih rendahnya minat dari generasi muda saat ini untuk terjun ke dunia usaha.

Melihat keberhasilan negara-negara maju diluar sana tidak menutup kemungkinan suatu saat Indonesia juga sejajar dengan negara-negara maju tersebut, mengingat Indonesia yang sering di sebut zamrud katulistiwa memiliki sumber daya alam, laut dan bumi yang melimpah. Potensi dan kekayaan bangsa harus di jaga serta di perdayagunakan dan di kelola dengan sebaik-baiknya.

Hal Yang perlu di perhatikan oleh para pemuda sebagai generasi penerus bangsa adalah sebabgai berikut :

  1. Harus Bersifat Idealis dan kritis penuh tantangan : Dengan Idealis dan kritis penuh tantangan merupakan pemuda pemudi harus memberikan ide-ide Cemerlang atau memberikan kontribusi dari solusi permasalahan yang tengah mengguncang dan terjadi dalam Negara dan mencari jalan keluarnya.
  2. Tidak merasa Cepat Menang atau Puas : Yang dimaksud dengan hal ini adalah pemuda pemudi yang nantinya Menjadi tulang punggung bangsa adalah pemuda yang tidak merasa cepat puas atas keberhasilan yang di raihnya Terhadap apa yang ia lakukan untuk bangsanya di mata dunia, baik itu Akademis, maupun non- akademis.
  3. Kreatif serta Inovatif berkelanjutan : Kreatif serta Inovatif Berkelanjutan dimaksudkan dengan Menciptakan pemikiran baru atau ide baru yang tak habis dan berguna bagi bangsa Indonesia tentunya.
  4. Bukan Pecundang ( Berani tunjukan Diri ) : Dalam Hal ini Pemuda pemudi harus berani menunjukan sesuatu yang menurutnya itu baik untuk perkembangan bangsa Indonesia ini.
  5. Harus Tegar dalam menghadapi setiap Berisiko : Seorang pemuda yang telah mengambil sikap tegas dengan berani bertindak, tentunya harus berani mengambil resiko apaun yang terjadi dan tak akan gentar dan tetap pada komponen yang telah di buat atau di rencanakan.

Dari beberapa Komponen diatas tersebut dimiliki oleh pemuda pemudi Indonesia akan dapat menggubah citra buruk dan kesan kurang berkenan bangsa Indonesia didunia luar sana, dimana saat ini Indonesia sebagai negara dengan Impor terbesar, angka kesenjangan sosial serta pengangguran yang tinggi, kualitas pendidikan yang rendah, dan yang tidak kalah pentingnya, negara dengan kasus korupsi terbesar, maka dari itu semua mari kita sekalian mari sedikit lebih baik dan cerdas kita harus mempunyai cita-cita pada bangsa ini pada kemudian hari nanti kita para pemuda pemudi yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang unggul, maju dan bermartabat tinggi yang di kenal oleh dunia.

Selamat Hari Sumpah Pemuda.

Sumber Referensi :
Djoened Poesponegoro, Marwati dan Nugroho Notosusanto. 1993. Sejarah Nasional Indonesia Jilid V. Jakarta : Balai Pustaka.

Baca Juga

Tinggalkan komentar