Membangun Masyarakat Informasi|Selasa, Oktober 24, 2017
Kamu berada di Home » Berita » Perangi Hoax di Medsos, Relawan TIK Bojonegoro Gandeng Polres Bojonegoro
  • Ikuti Kami

Perangi Hoax di Medsos, Relawan TIK Bojonegoro Gandeng Polres Bojonegoro 

sosialisasi internet sehat

Kasus-kasus pelanggaran undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) di Bojonegoro Jawa Timur menarik perhatian Dinas Pendidikan Kabupaten setempat. Kepala Dinas Pendidikan Hanafi mengaku prihatin dengan kondisi ini. “Kita harus terus sosialisasikan dan ajarkan kepada siswa agar menggunakan internet secara sehat,” ucap dia dalam kesempatan Kampanye Internet Sehat di SMP Negeri 1 Kecamatan Gayam pada Selasa (8/8/2017).

Menurut Hanafi, teknologi informasi menjadi perhatian dunia pendidikan. Teknologi ini menjadi penting dalam menopang proses belajar mengajar. “Tapi juga berbahaya jika anak-anak kita salah dalam memanfaatkannya,” paparnya.

Oleh karena itu, Hanafi mengapresisasi EMCL dan RTIK Bojonegoro yang menggelar Kampanye internet sehat ini. “Kegiatan ini harus terus dilakukan,” ucap dia.

Sosialisasi ini merupakan rangkaian program yang yang sudah berjalan di 4 sekolah yang menjadi sasaran target dari 10 sekolah yang rencananya akan menjadi tempat sosialisasi yang dilakukan oleh RTIK Bojonegoro.

Dalam sosialisasi kali ini, RTIK Bojonegoro kembali menggandeng Polres Bojonegoro yang dihadiri oleh AKP Mashadi untuk menyampaikan materi tentang Cyber Crime.

Dalam materinya, AKP Mashadi mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang gencar mensosialisasikan tentang cyber troops, cyber army, cyber patrol kepada semua kalangan masyarakat.

“Saat ini kejahatan di dunia maya semakin marak dan susah sekali di bendung, untuk itu kami membentuk satuan khusus untuk mengawasi lalu lintas yang ada di media,” Jelasnya.

Mashadi mengimbau agar masyarakat berhati-hati. Kata dia, siapapun yang berani menyebar isu Hoax, nantinya akan berurusan dengan penegak hukum.

“Jadi siapapun penyebar fitnah hoax, memprovokasi yang menyebabkan terjadi kegelisahan menebar kebencian itu bisa ditindak sesuai UU ITE”.

Sementara itu, Juru bicara dan humas EMCL Rexy Mawardijaya mengatakan bahwa program ini merupakan komitmen EMCL mendukung pemerintah dalam meningkatkan taraf pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. Keahlian EMCL, kata dia, di bidang industri migas. Oleh karena itu, dalam mewujudkan kepeduliannya EMCL perlu menggandeng pihak-pihak terkait dan yang berkompeten di bidangnya.

“Kita akan terus mendukung dan mengapresisasi kegiatan-Kegiatan positif di masyarakat,” ujarnya.

Rexy juga mengapresisasi dukungan masyarakat dalam mewujudkan suksesnya proyek negara di Lapangan Banyu Urip. “Program-program kami di antaranya merupakan bentuk apresiasi terhadap dukungan tersebut,” katanya.

Baca Juga

About the author: Nova Wijaya

Digital Buzzer, Digital Marketing, Blogger

Tinggalkan komentar