Relawan TIK Bojonegoro

Puluhan Guru SD Ikuti Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Berbasis TIK

Puluhan guru Sekolah Dasar (SD) se-Bojonegoro mengikuti pelatihan pembuatan karya tulis ilmiah dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK) berbasis Teknologi Informasi yang dilaksanakan di Pusat Belajar Guru ( PBG) Bojonegoro, pada Senin (06/02/2017).
Pelatihan ini difasilitasi Relawan TIK (RTIK) Bojonegoro bekerja sama dengan Guru Ahli PBG Bojonegoro serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. “Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru sebagai tenaga pendidik di era digital,” ungkap Ketua RTIK Bojonegoro, Rifaun Naim.

Menurut pria yang akrab dipanggil Faun itu, para guru tersebut diajari bagaimana membuat karya ilmiah dalam berbagai format yang bisa diaplikasikan pada teknologi digital. “Misalnya membuat materi ajar melalui video tutorial atau aplikasi berbasis android,” terangnya. “Kami berharap, para peserta dapat menggunakan media teknologi informasi untuk mempermudah proses belajar mengaja,” tambahnya.

Guru Ahli PBG Bojonegoro, Nurul Hidayah menjelaskan, pelatihan pembuatan karya tulis ilmiah pada tahap pertama mengajarkan guru membuat sebuah PTK yang sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah. Selanjutnya diteruskan dengan penulisan jurnal online.
Menurut dia, menulis sebuah karya tulis ataupun karya ilmiah baik dalam bentuk PTK ataupun jurnal diharapkan bisa melatih pemikiran ilmiah guru. “Karena dalam karya ilmiah, hasil pemikiran ilmiah pada suatu disiplin ilmu tertentu yang disusun secara matematis ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar, jelasnya,” katanya menerangkan.
WhatsApp Image 2017-02-06 at 8.34.41 AM
Arah dari pelatihan pembuatan Karya Tulis Ilmiah dalam bentuk PTK kali ini lebih ditekankan untuk memanfaatkan media Teknologi Informasi. Bagi NuruI sendiri, karya tulis ilmiah bukan sekedar untuk mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya penelitian seperti uang, bahan, dan alat. “Tetapi juga mempertanggungjawabkan penulisan karya ilmiah tersebut secara teknis dan materi,” ujar dia.

Kegiatan ini merupakan serangkaian program peningkatan keterampilan dan pengelolaan kelas yang diprakarsai oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) guna untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan bahan ajar dan mendokumentasikan kegiatan belajar mengajar. 35 guru yang hadir merupakan perwakilan dari 26 SD yang ada di 16 kecamatan di Bojonegoro. Yakni Kecamatan Balen, Kapas, Sukosewu, Bojonegoro, Kepohbaru, Ngasem, Ngraho, Sumberejo, Temayang, Kanor, Dander, Baureno, Kasiman, Kedungadem, Kalitidu, dan Kecamatan Ngambon.

Perwakilan EMCL, Beta Wicaksono dalam sambutannya mengungkapkan bahwa program ini sebagai bentuk komitmen EMCL kepada masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Bojonegoro.

Dalam kesempatan yang sama, Beta memaparkan kegiatan-kegiatan operasi EMCL kepada para peserta. Dia juga menjelaskan tentang proses industri hulu Migas dan menyampaikan berbagai program yang telah dilaksanakan EMCL di wilayah Blok Cepu. “Terima kasih kepada masyarakat Bojonegoro yang telah mendukung kesuksesan proyek negara di Lapangan Banyu Urip selama ini,” pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Hanafi mengapresisasi komitmen EMCL ini. Dia melihat komitmen EMCL dalam pengembangan pendidikan di Bojonegoro patut dicontoh. Melalui kegiatan seperti ini, dia berharap para guru bisa meningkatkan kemampuannya menciptakan metode belajar yang efektif, aplikatif, dan mengikuti perkembangan teknologi. “Kita bisa membuktikan bahwa pendidikan di Bojonegoro semakin maju,” ucapnya.

Kak Rizal

Add comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

data bojonegoro

film bojonegoro

bojonegoro store

website desa

Relawan TIK Bojonegoro

Organisasi Sosial kemasyarakatan yang bersifat nir-laba, independen, philantrophis, mandiri mendasarkan pada upaya pengembangan pengetahuan, keterampilan ilmu pengetahuan di bidang TIK bagi anggota serta warga masyarakat, aktivitas dirintis sejak tanggal 9 Desember 2008 di Jakarta dan dibentuk kepengurusan di Bojonegoro tanggal 18 Oktober 2013.