Membangun Masyarakat Informasi|Selasa, Juli 25, 2017
Kamu berada di Home » Berita » RTIK Bojonegoro berbagi Ilmu e-Commerce Pada UKM Patra Giri IAI Sunan Giri Bojonegoro
  • Ikuti Kami

RTIK Bojonegoro berbagi Ilmu e-Commerce Pada UKM Patra Giri IAI Sunan Giri Bojonegoro 

Foto Bersama Panitia dan Peserta beserta Nara Sumber Diskusi Panel




Minggu, 24 April 2016, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Patra Giri yang fokus di bidang pertanian menyelenggarakan Diskusi Panel dengan mengambil tema: “The Challenges of Enterpreneurship“. Bertempat di Aula Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojonegoro, peserta mulai hadir sejak jam 08.00 wib yang diikuti sekitar 50 mahasiswa dari IAI Sunan Giri dan mahasiswa tamu undangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Mas Selamet selaku Bidang Keanggotaan Relawan TIK Bojonegoro, mewakili Relawan TIK Bojonegoro diminta oleh panitia untuk menyampaikan materi pembuka tentang peran TIK dalam semangat enterpreneurship di Bojonegoro. Kurang lebih sekitar 60 menit, dia menyampaialan fakta – fakta kemajuan data pengguna internet dan penetrasinya di Indonesia mulai tahun 2014 hingga tahun 2015 beserta peluang bisnis melalui TIK.  Yang menjadi titik tekan materi bahwa TIK akan mempercepat proses branding produk dan media transaksi online masakini yang dikenal dengan sebutan electronic commerce (e-Commerce).

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembukaan acara Diskusi Panel, dengan 2 narasumber yang hadir.  Narasumber pertama Bapak Zaenal Fanani Kabid Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, narasumber yang kedua adalah Bapak Ir. Sigit Budi IH dari Lembaga Pengkaji Riset Pertanian Mandiri (LPRPM) Bojonegoro.

Ketua Panitia Kegiatan, Mas Abdul Arifin menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai bentuk usaha UKM Patra Giri membentuk calon enterpreneurship muda di Bojonegoro, khususnya bagi mahasiswa IAI Sunan Giri. Mas Arifin berharap dengan adanya diskusi panel ini akan memunculkan ide dan gagasan baru bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap dunia wirausaha terutama yang berkaitan dengan pertanian. Menurut salah satu narasumber Bapak Sigit, mengatakan bahwa TIK sangat perlu digunakan untuk model platform promosi dan branding produk hasil usaha pertanian.

Baca Juga




Tinggalkan komentar